Menghubungkan domain ke Cloudflare
Pindahkan pengelolaan DNS domain ke Cloudflare supaya situs lebih cepat dan aman, sekaligus menyiapkan domain untuk Cloudflare R2.
Setelah tutorial ini, DNS domain Anda dikelola di Cloudflare. Situs tetap berjalan di hosting yang sama. Yang berubah hanya “buku alamat” domainnya. Ini juga syarat untuk tutorial berikutnya: menyimpan media WordPress di Cloudflare R2 dengan subdomain sendiri.
Sebelum mulai, siapkan#
- Akun Cloudflare (paket Free sudah cukup)
- Login ke panel tempat Anda membeli domain (registrar)
- Catatan atau tangkapan layar record DNS yang sekarang
- Akses ke panel hosting dan dashboard WordPress
Penting: selama nameserver berpindah, email domain bisa terganggu kalau record email (MX) tidak ikut terbawa. Kerjakan saat situs sedang sepi, dan cek ulang record email di langkah 3.
Buat akun Cloudflare#
Buka dash.cloudflare.com, daftar dengan email, lalu verifikasi email dari Cloudflare. Satu akun bisa menampung banyak domain.
Tambahkan domain#
- Di dashboard, buka Domains, lalu pilih Onboard a domain.
- Ketik domain utama tanpa
wwwdan tanpahttps://, misalnyadomainanda.com. - Pilih cara menambahkan record DNS. Biarkan Cloudflare memindai record yang sudah ada (quick scan), lalu pilih Continue.
- Pilih paket. Paket Free cukup untuk situs WordPress dan R2.
Yang dimasukkan harus domain utama (domainanda.com), bukan subdomain seperti blog.domainanda.com.
Periksa record DNS#
Pemindaian Cloudflare tidak selalu menemukan semua record. Bandingkan dengan catatan DNS lama Anda, lalu tambahkan yang belum ada. Yang paling penting:
| Record | Contoh | Status proxy |
|---|---|---|
A untuk domain utama (@) | IP hosting, misalnya 103.xx.xx.xx | Proxied (awan oranye) |
CNAME untuk www | domainanda.com | Proxied (awan oranye) |
MX untuk email | Server email dari hosting atau Google Workspace | Tidak bisa diproksi |
TXT (SPF, DKIM, verifikasi) | v=spf1 … | DNS only |
A atau CNAME untuk mail, cpanel, ftp | IP hosting | DNS only (awan abu-abu) |
Proxied (oranye) membuat lalu lintas situs lewat Cloudflare: lebih cepat dan terlindungi. DNS only (abu-abu) hanya meneruskan alamat. Pakai DNS only untuk email, FTP, panel hosting, dan record verifikasi dari layanan lain.
Setelah semua cocok, pilih Continue.
Matikan DNSSEC di registrar (kalau aktif)#
Kalau DNSSEC menyala di registrar, matikan dulu sebelum mengganti nameserver. Mengganti nameserver saat DNSSEC aktif bisa membuat domain tidak bisa diakses. DNSSEC bisa dinyalakan lagi lewat Cloudflare setelah domain aktif.
Ganti nameserver di registrar#
Cloudflare memberi dua nameserver khusus untuk domain Anda. Bentuknya seperti ini, tapi namanya berbeda untuk setiap akun, jadi salin yang tampil di dashboard Anda:
nama1.ns.cloudflare.com
nama2.ns.cloudflare.com- Login ke panel registrar (misalnya Niagahoster, Domainesia, Rumahweb, Exabytes, atau tempat lain Anda membeli domain).
- Buka pengaturan domain, cari menu Nameserver atau DNS Management.
- Pilih nameserver kustom, hapus semua nameserver lama, lalu isi dua nameserver Cloudflare.
- Simpan.
Nameserver menentukan siapa yang menjawab pertanyaan “domain ini ada di mana?”. Setelah diganti, Cloudflare yang menjawab, dan semua record DNS diatur dari dashboard Cloudflare, bukan lagi dari registrar atau hosting.
Kenapa harus ganti nameserver?
Tunggu sampai domain aktif#
Perpindahan nameserver biasanya selesai dalam beberapa menit sampai beberapa jam, kadang sampai 24 jam. Cloudflare mengirim email saat domain sudah aktif, dan status domain di dashboard berubah menjadi Active. Selama menunggu, situs tetap bisa diakses seperti biasa.
Atur SSL/TLS#
- Buka domain di Cloudflare, lalu SSL/TLS › Overview.
- Pilih mode Full (strict) kalau hosting Anda sudah punya SSL yang valid (misalnya Let’s Encrypt atau AutoSSL dari cPanel). Kalau belum, aktifkan SSL di hosting dulu.
- Di SSL/TLS › Edge Certificates, nyalakan Always Use HTTPS.
Jangan pakai mode Flexible untuk WordPress. Mode ini sering membuat halaman berputar terus dengan pesan “too many redirects” (ERR_TOO_MANY_REDIRECTS).
Cek hasilnya#
- Buka situs di jendela samaran: halaman tampil dan ada ikon gembok.
- Login ke
/wp-admindan simpan satu tulisan untuk memastikan semuanya normal. - Kirim email ke alamat domain Anda (misalnya
halo@domainanda.com) dan pastikan email masuk.
Kalau ada masalah#
| Gejala | Penyebab umum | Solusi |
|---|---|---|
ERR_TOO_MANY_REDIRECTS | Mode SSL/TLS Flexible | Ganti ke Full (strict), lalu kosongkan cache plugin. |
DNS_PROBE_FINISHED_NXDOMAIN | Record A domain utama belum ada | Tambahkan record A ke IP hosting. |
| Email tidak masuk | Record MX atau TXT tidak terbawa | Salin record email dari panel hosting atau penyedia email. |
| Status tidak kunjung Active | Nameserver belum diganti semua, atau salah ketik | Cek ulang nameserver di registrar, pastikan hanya dua nameserver Cloudflare. |
Berikutnya: Menyimpan media WordPress di Cloudflare R2 dengan Media Cloud.
Was this article helpful?
Sorry about that. Tell us what was missing and we will improve this guide.